Cara Menanam Dan Merawat Tanaman Kelengkeng Di Dalam Pot

Kelengkeng, lengkeng, longan, atau mata kucing adalah salah satu tanaman buah yang sangat digemari. Rasanya manis dan segar karena mengandung banyak air.

Buahnya dapat dikonsumsi langsung, dibuat manisan, atau sebagai campuran es buah. Akan tetapi, harganya yang masih tergolong tinggi, terutama untuk jenis-jenis kelengkeng unggulan seperti kelengkeng diamond atau pingpong. Tingginya harga kelengkeng ini membuat banyak orang ingin menanam sendiri pohon kelengkeng di rumahnya.

baca juga : jual bibit tanaman pule dan pohon pule

Bagi Anda yang tidak memiliki cukup lahan untuk menanam kelengkeng di pekarangan, Anda dapat menanamnya di dalam pot. Berikut tips menanam dan merawat pohon kelengkeng di dalam pot.

  • Penanaman

Sebelum menanam pohon kelengkeng, Anda dapat memilih dahulu pot yang akan digunakan. Bahan pot yang dapat dipilih adalah plastik, semen, atau drum. Ukuran pot disesuaikan dengan ukuran bibit yang akan ditanam. Misalnya, bibit yang akan ditanam tingginya 30 – 40 cm, maka pilih pot yang berdiameter 40 – 50 cm.

Makin tinggi bibit yang akan ditanam, makin besar ukuran pot yang diperlukan. Pastikan bahwa bagian bawah pot berlubang agar air tidak menggenang di dalam pot.

Untuk media tanam, campurkan tanah, pasir, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 2. Jenis pupuk kandang yang baik adalah kotoran kambing atau domba dengan unsur fosfor yang tinggi.

Adapun untuk pemilihan bibit, pilihlah bibit yang berasal dari cangkokan atau stek karena akan lebih cepat tumbuh dan berbuah. Pastikan bibit yang Anda pilih dalam kondisi sehat.

Sebelum memasukkan media tanam ke dalam pot, letakkan pecahan genting atau potongan styrofoam di dasar pot. Gunanya adalah untuk memberi celah antara lubang di dasar pot dengan media tanam sehingga lubang tidak tertutup rapat. Langkah ini dilakukan agar air yang disiramla dapat langsung keluar dan tidak menggenang dalam pot.

Kelengkeng adalah tipe tanaman yang tidak dapat hidup dalam air tergenang karena terlalu banyak air dapat membuat akarnya busuk sehingga mengganggu pertumbuhan, bahkan tanaman bisa mati.

Setelah media tanam dimasukkan, buat lubang untuk menanamkan bibit. Sesuaikan lebar lubang dengan besarnya bibit yang akan ditanam. Setelah bibit ditanam, padatkan tanah yang ada di sekitar bibit agar pohon tidak mudah tumbang.

  • Perawatan

Langkah perawatan yang pertama adalah penyiraman. Sirami tanaman kelengkeng dua kali sehari agar kelembapan tanahnya tetap terjaga, terutama di musim kemarau. Sirami secukupnya, jangan terlalu banyak.

Di musim hujan, pastikan tanah tidak tergenang air. Jika curah hujan cukup tinggi, penyiraman mungkin tidak diperlukan sama sekali.

Langkah selanjutnya adalah pendangiran dan pemupukan. Pendangiran adalah proses penggemburan kembali tanah yang ada di sekitar kelengkeng. Tujuannya untuk membantu memudahkan penyerapan air ke dalam tanah dan memudahkan akar tumbuh secara leluasa. Beri pupuk susulan berupa pupuk kandang tiap satu bulan sekali.

Dalam tahap pendangiran ini juga dapat sekaligus dilakukan pembersihan atau penyiangan gulma atau tanaman liar lainnya yang dapat mengganggu pertumbuhan pohon.

Membersihkan atau menyiangi gulma secara manual lebih baik daripada menggunakan cairan kimia untuk membunuh gulma. Penggunaan cairan kimia selain membunuh gulma juga dapat membunuh tanaman kelengkeng itu sendiri.

Selain gulma, ada pula dua hama utama yang dapat mengganggu pertumbuhan kelengkeng, yaitu embun jelaga dan ulat pengisap daun. Embun jelaga adalah hasil simbiosis antara semut dengan jelaga cendawan.

Ketika buah kelengkeng mulai manis, semut mendatangi buah dan merusaknya sehingga cairan manis buah keluar melalui kulit buah. Pada saat itulah cendawan yang berwarna putih tumbuh dan mengganggu pertumbuhan kelengkeng. Cara alami untuk mengatasinya adalah dengan memotong cabang yang terinfeksi supaya hama tidak menular.

Jika menggunakan cara kimiawi, gunakan insektisida yang dicampur sipermetrin atau karbosulfan untuk meningkatkan daya tahan pohon terhadap penyakit.

Jika daun pohon kelengkeng Anda tampak menghitam dan kering, inilah tanda-tanda bahwa pohon kelengkeng Anda terserang ulat pengisap daun.

Daun yang sudah menghitam dan memelintir tidak akan mampu berfotosintesis. Untuk mengatasinya, semprotkan insektisida dengan kombinasi bahan aktif spektrum luas, kontak, dan sistemik. Atau dapat juga menggunakan insektisida sistemik aferimex.

Sebagaimana halnya tanaman buah pada umumnya, kelengkeng juga memerlukan pemangkasan secara teratur. Pemangkasan ini diperlukan agar seluruh cabang dan batang kelengkeng dapat lebih produktif. Pemangkasan juga penting agar seluruh bagian pohon dapat terkena sinar matahari. Lakukan pemangkasan pada cabang-cabang atau batang pohon yang tidak produktif.

  • Pemanenan

Buah kelengkeng sudah siap dipanen jika kulitnya sudah berwarna coklat tua dan rasanya manis. Agar kualitas buah yang dipanen tetap baik, sebaiknya pemanenan dilakukan pada pagi hari ketika penguapan buah tidak terlalu tinggi.

Hindari memanen di siang hari atau saat hujan turun karena buahnya akan cepat busuk. Potong langsung pada tandan buahnya dan tempatkan di keranjang plastik atau bambu. Lakukan pemanenan sekaligus dalam satu kali panen untuk satu pohon. Pemanenan berulang untuk satu pohon dapat menurunkan kualitas buah.

Cara Membuat Bibit Kelengkeng dari biji

Cara membuat bibit kelengkeng dari biji – Jika sahabat berbelanja buah-buahan di mal atau di toko buah dekat rumah ada kalanya pedagang memajang buah kelengkeng baik secara digantung ataupun diurai diatas meja. Hal ini cukup efektif mengundang bagi pembeli, ada kalanya juga mencoba mencicipi manisnya

buah kelengkeng.

Pernahkah sahabat berfikir untuk untuk mempunyai pohon kelengkeng sendiri ?

Rasanya pertanyaan ini cukup realistis karena setelah kita membeli dan memakan buah kelengkeng maka masih ada biji kelengkeng yang bisa dimanfaatkan untuk ditanam.

Langsung saja kita mulai cara menanam kelengkeng dari biji.

Pada dasarnya untuk memperbanyak tanaman lengkeng bisa dilakukan melalui 2 cara yaitu secara vegetatif (buatan) dan generatif (biji). Untuk perbanyakan secara vegetatif sudah dibahas pada artikel sebelumnya, silahkan dibaca bila belum sempat membacanya.

Perbanyakan generatif atau dari biji ini tujuannya untuk menyiapkan batang bawah bukan untuk ditanam langsung karena perbanyakan dengan cara ini mempunyai segregasi (penyimpangan sifat dengan induk) yang tinggi.

Berikut ini langkah dan persiapan menanam kelengkeng dari biji :

  • Mempersiapkan media dan tempat persemaian

Media yang bisa digunakan adalah tanah topsoil pegunungan yang bertekstur pasir atau biasa disebut dengan pasir ladekan, atau juga bisa menggunakan media tanah dicampur pasir dan pupuk organik. Media yang dipilih yang mudah didapat disekitar kita. Setelah media sudah tersedia kemudian dimasukkan ke tempat persemaian. Tempat yang digunakan adalah bak persemaian atau bisa langsung di polybag.

  • Persiapan Biji

Pilih buah kelengkeng berkualitas baik, kemudian dikupas, diambil bijinya dan dibersihkan dengan air. Biji lengkeng termasuk rekalsitran sehingga tidak bisa disimpan terlalu lama dan harus segera ditanam. Biji yang sudah bersih dikeringanginkan dan dikelompokkan berdasarkan keseragaman biji. Setelah kering angin kemudian disterilkan menggunakan larutan klorox 5 % selama 10-15 menit, hal ini bertujuan agar biji yang akan ditanam tidak terkontaminasi bakteri atau jamur.

  • Persemaian

Biji yang sudah steril siap ditanam di bak persemaian. Sebelum tanam, tanah ladekan dalam bak dilubangi tegak lurus dengan kedalaman 2-3 cm dan jarak tanam antar biji 2-3 cm. Kemudian biji dimasukkan kedalam lubang dan ditutupi dengan tanah. Setelah itu bak persemaian dinaungi menggunakan plastik agar udara lebih lembab sehingga biji lebih cepat berkecambah. Kurang lebih 1 minggu pasca ditanam biji akan mulai berkecambah.

  • Memindahkan Biji ke polybag

Biji yang sudah tumbuh di bak persemaian selama tiga sampai empat bulan siap dipindahkan ke polybag. Caranya dengan mencabut benih kemudian akarnya di rendam dalam lumpur selama 15 menit. Perendaman dalam lumpur berfungsi agar benih tidak stres di polybag baru dan akar tanaman terfiksasi oleh bakteri yang bermanfaat bagi perakaran yang bersumber dari lumpur.

Selama dipolybag lakukan pemupukan 2 minggu sekali berselang-seling antara urea dan NPK dengan dosis 2 gr/liter, pengendalian gulma secara mekanis dengan mencabut tanaman disekitar bibit pada polybag, dan bila perlu semprotkan insektisida untuk pengendalian hama.